No Bands Like Slank of 90’s

Judul di atas terinspirasi oleh tagline legendaris iklan ubin essenza yang sangat populer di dekade 90’an, tapi saya tidak akan membahas soal ubin di sini namun saya akan membahas soal Slank formasi 90’an (saat mereka masih bersama dengan Bongky Ismael Marcell, Indra Qadarsih, dan Parlin Burman atau Pay) yang dianggap ‘lebih Slank’ dibandingkan dengan Slank era sekarang. Formasi ini sendiri dimulai saat slank  masuk di era rekaman, lebih tepatnya saat mereka merilis album pertama Suit Suit He..He (Gadis Sexy) pada tahun 1991. Saat itu mereka menjadi semacam air keras bagi industri musik Indonesia karena musik yang mereka mainkan lebih mengikuti pola rock n roll a la Rolling Stones, tidak seperti grup band rock lainnya yang mengikuti musik a la Godbless yang populer saat itu dengan album Semut Hitam (1988) dan Raksasa (1991) atau pola musik pop kreatif yang banyak diumbar saat itu. Hal ini dikuatkan dengan lagu-lagu yang nantinya dianggap sebagai awal perkenalan slank kepada masyarakat Indonesia : Memang, Apatis Blues, Maafkanlah,  dan Bocah.

Lagu “Memang” sendiri adalah lagu yang seakan berkisah tentang masa-masa saat Slank masih belum memiliki album dan mereka mulai dianggap miring oleh masyarakat sekitar hingga drummer mereka Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim diputus oleh pacarnya akibat alasan tersebut. Awalnya lagu ini hanyalah sebuah lirik tanpa melodi yang ditulis sendiri oleh Bimbim sendiri dan hanya disimpan saja hingga suatu saat gitaris Parlin Burman (Pay) memainkan suatu melodi yang dianggap Bimbim sendiri layak dimasukkan sebagai iringan dari lagu tersebut. Lalu Bimbim menghubungi Indra Qadarsih untuk membuat iringan keyboard yang cocok untuk lagu tersebut hingga mereka merekamnya dalam album ini. Jadilah kemudian suatu lagu Rock n Roll yang ciamik pada saat itu, dimana lagu ini berkisah bahwa tidak selamanya terlihat slenge’an di luar orangnya akan slenge’an secara buruk dalam bersikap karena apa yang terlihat di dalam (yang tersirat) lebih bijaksana dan arif daripada melihat apa yang benar-benar terlihat di luar (yang tersurat). Dengan lagu ini saja, masyarakat sudah mulai mengurangi pandangan buruknya akan anak-anak Slank saat itu yang dianggap pengangguran tak berguna menjadi band paling berpengaruh di Indonesia hingga saat ini. Adapun  ” Apatis Blues”, sebuah lagu pesimistis yang diiringi aliran musik blues a la Slank. Lagu yang bercerita tentang berbagai masalah di Indonesia saat itu yang dilihat dari mata anak-anak Slank sendiri, mulai dari soal aborsi, kemiskinan, hingga korupsi yang dilakukan oleh Anggota DPR saat itu dimana mereka menuliskannya secara anak muda: yang mereka lihat adalah yang mereka tulis. Lalu lagu Maafkan, lagu romantis yang berkisah tentang penyesalan seorang cowok  akan pengalaman buruknya bercinta dengan seorang cewek yang dulunya bagaikan malaikat penolong bagi cowok tersebut. keunggulan lagu ini adalah permainan gitar pay yang mampu mengiringi permainan Keyboard yang cantik oleh Indra Qadarsih yang bermain pas untuk mengiringi lagu ini. Dibandingkan dengan lagu romantis lainnya yang pernah ditulis oleh Slank semisal “Ku tak Bisa”, lagu ini menjadi kunci ciri khas Slank yang membedakan diri dengan band lain yaitu orisinalitas. Sebab, pada lirik lagu ini ditulis suatu kata yang jarang dipakai pada lagu-lagu sebelumnya: muntah ( pada lirik secara lengkap” Yang membuatku muntah lepaskan dendam”) namun pada akhirnya tidak membuat pendengar merasa jijik atau tertawa sinis namun mampu menghayati mendalam karena lirik ini sebagai penjelas dari lirik sebelumnya (” Kau kecup bibirku saat ku muak
Muak dengan sesatnya asmara ” )sungguh pede namun sungguh romantis juga. Adapun lagu Bocah, lagu yang berkisah tentang anak-anak desa yang telah kehilangan masa kecilnya yaitu bermain akibat menjadi korban dari yang dinamakan ‘pembangunan’. Lagu yang disisipi iringan yang mengingatkan kita akan suasana desa yang indah ( di sini mereka memakai iringan ala pedesaan Jawa Barat)yang mampu membuat kita sejenak berpikir betapa kasihannya mereka, saat-saat dimana mereka bisa bermain dan mensyukuri anugerah Tuhan atas alam ini harus hilang.

Virus Slank kepada masyarakat Indonesia berlanjut lagi di tahun yang sama, dimana mereka merilis album kedua “Kampungan” dengan lagu-lagu unggulan : Pulau Biru, Mawar Merah, Terlalu Manis ( ada dua versi; jualan dan suka-suka), dan Teng teng Blues. Pulau biru adalah lagu andalan yang merupakan mimpi utopis dari anak-anak Slank akan suatu pulau yang indah, penuh cinta, tanpa perang dan salah paham. Entah mengapa mereka memilih kata ‘biru’ meskipun tidak ada sesuatu di lirik lagu tersebut yang berhubungan langsung dengan biru, apalagi film biru ( mungkin terinspirasi dari ini?). Sebuah lagu yang dibuka oleh permainan keyboard Indra Q dan dilanjutkan sampling kolintang bambu yang indah mengiringi permainan keybordnya dan dilanjutkan tarikan gitar Pay yang sangat rock n roll kemudian mulailah seluruh anggota Slank menyanyikan lirik lagu ini layaknya paduan suara kemudian pada bait kedua masuk tarikan rock n roll a la Kaka yang mendominasi paduan suara tersebut. Tidak ada lagu zaman sekarang yang mampu membuat pendengarnya terbius akan keindahan cinta selain lagu-lagu cinta yang terpaksa. Lagu selanjutnya adalah “Mawar Merah”, lagu ini tidak berkisah tentang seorang cowok yang akan memberikan ceweknya sekuntum mawar merah karena sudah ada lagu dangdut yang bercerita tentang itu juga akan terdengar murahan. Namun bagaimana seorang cowok yang slenge’an (deskripsi dari pengalaman mereka sendiri) dan ceweknya (yang nasibnya lebih baik) ingin agar si cewek tidak peduli akan hal tersebut dan tetap mencintainya karena sang cewek adalah mawar merah bagi cowok itu. Karena si mawar merah tersebut telah menjadi hidup dari si cowok tersebut. Adapun lagu legendaris Slank “Terlalu Manis” , lagu cinta yang berkisah tentang seorang cowok yang susah melupakan seorang cewek baik wajahnya maupun pengalamannya saat berduaan dengan si dia. (bersambung sorry soalnya sudah capek hehe)

Comments
9 Responses to “No Bands Like Slank of 90’s”
  1. Rony says:

    Kenapa Blantika musik Indonesia dengan bodoh seolah berjalan maju.. memasuki sebuah masa.. dan dengan bangga menuju ke sebuah masa yg dianggap lebih depan lagi, tapi secara jelas dan BENGIS menghancurkan sesuatu yg berjuluk Keberanian, Kehebatan, Keindahan, Keharmonisan, dan KEPANTASAN yg seharusnya melegenda dan ABADI di relung hati, akal pikiran bahkan rongga jiwa setiap manusia..

    Saya tidak setuju dengan ungkapan : “..Segala sesuatu selalu ada waktu dan masa-nya..”
    dan apabila SLANK memang diharuskan menerima dan mengalami Takdir Waktu tsb, berarti saya harus terpaksa merasakan sebuah pembunuhan Jiwa, Karakter, bahkan HIDUP saya. Bagaiman tidak.? Saya DIPAKSA utk pasrah, mengikhlaskan SLANK (Bongky, Pay, Kaka, Bimbim, Indra Q) pergi.. hilang dan bahkan mati begitu saja…

    Saya menulis ini, bukan dikarenakan pd era SLANK 1-5, Slank menjadi sebuah Band yg saya kagumi, tapi lebih dari itu, sy bisa merasakan Kekuatan Besar pada Band ini… ya.. anda bisa bayangkan Persatuan kekuatan itu, sangat MUTLAK dan bisa utk mempersatukan Jiwa, membentuk pola kebersamaan dan perdamaian.

    Memang sangat2 BENAR bahwa SLANK sekarang ini, bagi saya cm ibarat Band baru dengan para pemain musisi yg sudah tua dan tidak ada soul-nya sama sekali. Bimbim dan Kaka hanya berkolaborasi dengan 3 musisi yg mungkin lebih pantas kalo mereka bertiga bermain di Industri musik tanpa memakai Nama Besar SLANK.. Saya rasa, justru Bimbim dan Kaka sdh ga bisa menyadari-nya.. ancur rasa, kebuai atmosfer baru, terlena oleh tepuk sorai bayi2 Slankers palsu, hasil kloning dr industri alat penangkap sinyal dan gempita acara murahan di televisi.

    ini serius..! Tuhan mentakdirkan SLANK cukup 1-5.
    selebihnya bukan takdir Tuhan.. diapun bukan Bimbim..ataupun Kaka.
    hanya orang yg meyerupai Bimbim dan Kaka..

    semua yg berjalan.. dan seolah bergantian.. hanya terlihat mirip dan begitu saja.
    yg seharusnya ABADI hanya di hati..

  2. Rony says:

    Kenapa Blantika musik Indonesia dengan bodoh seolah berjalan maju.. memasuki sebuah masa.. dan dengan bangga menuju ke sebuah masa yg dianggap lebih depan lagi, tapi secara jelas dan BENGIS menghancurkan sesuatu yg berjuluk Keberanian, Kehebatan, Keindahan, Keharmonisan, dan KEPANTASAN yg seharusnya melegenda dan ABADI di relung hati, akal pikiran bahkan rongga jiwa setiap manusia..

    Saya tidak setuju dengan ungkapan : “..Segala sesuatu selalu ada waktu dan masa-nya..”
    dan apabila SLANK memang diharuskan menerima dan mengalami Takdir Waktu tsb, berarti saya harus terpaksa merasakan sebuah pembunuhan Jiwa, Karakter, bahkan HIDUP saya. Bagaiman tidak.? Saya DIPAKSA utk pasrah, mengikhlaskan SLANK (Bongky, Pay, Kaka, Bimbim, Indra Q) pergi.. hilang dan bahkan mati begitu saja…

    Saya menulis ini, bukan dikarenakan pd era SLANK 1-5, Slank menjadi sebuah Band yg saya kagumi, tapi lebih dari itu, sy bisa merasakan Kekuatan Besar pada Band ini… ya.. anda bisa bayangkan Persatuan kekuatan itu, sangat MUTLAK dan bisa utk mempersatukan Jiwa, membentuk pola kebersamaan dan perdamaian.

    Memang sangat2 BENAR bahwa SLANK sekarang ini, bagi saya cm ibarat Band baru dengan para pemain musisi yg sudah tua dan tidak ada soul-nya sama sekali. Bimbim dan Kaka hanya berkolaborasi dengan 3 musisi yg mungkin lebih pantas kalo mereka bertiga bermain di Industri musik tanpa memakai Nama Besar SLANK.. Saya rasa, justru Bimbim dan Kaka sdh ga bisa menyadari-nya.. ancur rasa, kebuai atmosfer baru, terlena oleh tepuk sorai bayi2 Slankers palsu, hasil kloning dr industri alat penangkap sinyal dan gempita acara murahan di televisi.

    ini serius..! Tuhan mentakdirkan SLANK cukup 1-5.
    selebihnya bukan takdir Tuhan.. diapun bukan Bimbim..ataupun Kaka.
    hanya orang yg meyerupai Bimbim dan Kaka..

    semua yg berjalan.. dan seolah bergantian.. hanya terlihat mirip dan begitu saja.
    yg seharusnya ABADI hanya di hati..

    • idh0guns says:

      setuju gan….kalo gua jujur, yang nama nya slank itu ya kaka, bim2, indra, bongky dan pay. nyawa slank dan musik nya ada di ketiga musisi nya, jadi gua anggap slank sekarang hanya boneka slank gak lebih dari itu . gua kangen slank yang dulu. …….

  3. adhi akuntanto says:

    takdir Tuhan tak pernah beristirahat,kawan, ketika Slank ada di titik ini, itu bagian dari takdir. sudah memahami buku bunda iffet yg terbaru ? “rock n roll mom”? sedikit banyak kita akan tahu, kenapa Slank memang harus berubah.
    berbeda denga anda, saya malah meyakini ungkapan :” segala sesuatu ada waktu dan masanya”. mungkin mereka yang berubah, atau kita sendiri yang berubah, atau malah kita semua berubah. saya ambil contoh saat begitu antusiasnya saya saat ada rencana salah satu TV swasta nayangin film Ksatria Baja Hitam lagi. sekitar tahun 2000. 10 tahun jaraknya dengan waktu pertama kali menikmatinya di usia 12 tahun .Yang saya bayangkan adalah bahwa saya akan sangat menikmatinya,sama seperti pertama kalii dahulu. tetapi apa yg terjadi? Tidak! hanya hambar yg terasa di hati.tak ada kepuasan sama sekali. saya hanya ingin menggarisbawahi, bahwa kita biasa terlalu cepat menghakimi satu faktor sebagai suatu biang masalah (satu satunya). JAVA JIVE, Kla Project…mereka masih dengan personel yang sama sekarang. tapi sama sekali saya sudah tak bergetar saat ini dengan nama nama tersebut. bahkan Iwan Fals pun–seorang solois yang notabene gak mungkin berganti personel– tak bisa menggelorakan saya sekarang. tak seperti iwan fals 20an tahun silam. kenapa? kembali pada statement yang saya sepakati di awal : segala sesuatu ada masanya…

    kelas 2 SD saat saya dihadiahi sebuah kaset dengan logo SLANK berwarna biru di cover depannya. itu hadiah kaset terakhir saya. karena setelah itu, saya sedikit demi sedikit menyisihkan uang jajan untuk beli kaset SLANK sendiri. dari harga 4ribu (jaman dulu) hingga harga 20an ribu (saat ini).tak ada yang terlewatkan.begitupun berita dan konsernya.
    dan ketika saat ini saya sudah menginjak kepala tiga, ketika nafsu akan Slank tak sehebat dulu, tak sedikitpun saya menyalahkan pergantian personel itu. ..karena Tuhan memang menakdirkan saya bertambah tua..dan dewasa(semoga)..
    bagi saya tak ada itu boneka slankers..tak ada itu kata :”menyerupai”..Kaka adalah Kaka..Bimbim adalah tetap Bimbim..Indra adalah Indra..Bongky adalah bongky..Pay adalah Pay…Slank adalah Slank..

    salam kenal, sob…:)

    • Waduh, terima kasih gan ata komennya. Emang bener juga sih, segala sesuatu ada masanya. Contoh sederhana = SI DOEL ANAK SEKOLAHAN. Ketika ane masih kecil ane kan seneng banget tu sinetron. Nah beberapa tahun kemudian tepatnya sekarang kan diputar ulang lagi nih. Tapi sayang, sensasi menontonnya tidak seseru dahulu 😦

  4. saya setuju slank hanya 1-5… kemudian album 6 adalah amunisi terakhir.

  5. roda jaman berputar bung, nikmati saja 1 – 5 + 6 kalau anda suka yg itu, selebihnya biarlah menjadi kenikmatan generasi berikutnya. yg salah bukan slank-nya, bukan personelnya… tapi memang waktu sudah seharusnya berputar

  6. sempet sedih juga sih saat b-i-p hengkang…s’mua amburadul saat itu….percaya ga percaya….saya lebih kaget di album 7….ngga banget deh di telinga……ada rasa yang bener2 hilang…..kosong…….bener2 kecewa ….T___T…album 6 sih masih mending…tapi bagai mana pun….tanpa mengurangi rasa hormat formasi dulu….wabah slank makin luas…..smoga smakin jaya music indonesia…

  7. slank memang inspirasi , tapi jangan jadikan slank sebagai inspirasi yang mutlak, ketika tuhan berkehendak lain , ya kita harus menerima , boleh idola thdp slank , tp keputusan tuhan lebih mutlak untuk kita yakini , allah memberikan jalan yg terbaik dan selalu terbaik. saya yakin mereka juga tidak ingin di idolakan secara berlebihan ya sepeerti ” saya g suka slank krn slank berubah, krn slank bla bla bla , kekuatan saya d slank”.. kasian bagi slank nya itu sendiri , mereka hanya manusia biasa yang suatu saat juga di minta pertanggungjawabannya, artinya jgn terlalu mengidolakan secara berlebihan, selama mereka positif ya kita harus dukung, apapun jalan mereka dan tuhan mentakdirkan ya kita dukung, bukan kah itu lebih menunjukan slanker sejati ? bukan menghujat saat mereka berubah , tapi dukung keadaan apapun mereka, ya dukung untuk positif

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: